
Ka-o-pe-i.
KOPI. Mungkin 4 kata ini lah yang paling jarang disebutkan di dalam keluarga saya. Bagi kebanyakan orang Indonesia asli, kopi adalah salah satu minuman favorite kapanpun dan dimanapun bahkan oleh siapapun.
Tidak heran, kalau orang lain disuruh bertamu ke rumah, maka yang diucapkan adalah, ‘Ayo main ke rumah, kita ngopi-ngopi dulu.’ Walau yang disuguhkan itu cuma air putih atau teh saja. Unik memang kebiasaan orang Indonesia.
Apalagi kalau kita mengunjungi warteg atau warung tegal yang biasa ‘dihuni’ oleh para penarik becak, tukang ojek, supir truk, musafir bahkan mahasiswa yang ngekos, kopi tidak pernah absen dari cangkir-cangkir mereka. Ditemani sebatang rokok sambil ngobrol ngalor ngidul, pemandangan yang biasa ditemua diperkampungan.
Apa sebab di dapur keluarga saya tidak pernah tersedia kopi bubuk, bahkan hingga saat ini, dimana saya telah memiliki keluarga sendiri?
Dari kecil saya tidak dididik untuk rajin mengkonsumsi kopi. Mungkin memang tidak pernah dikenalkan oleh ibu dan bapak saya. Entah karena mereka tidak menyukai kopi atau karena kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi yang tidak memiliki manfaat apa-apa bagi tubuh, kecuali untuk mencegah kantuk ketika bergadang.
Alasan klise memang!
Dan ketika saya berkeluarga, saya menemukan kebiasaan suami yang tidak menyukai kopi. Yah, sesekali mengkonsumsi kopi dicampur dengan susu atau krim mungkin pernah. Tapi kalo kopi hitam, tidak pernah saya sediakan di kabinet dapur. Kebiasaan saya sedari kecil terbawa hingga berkeluarga.
Saya juga tidak mendidik anak-anak saya untuk mengkonsumsi kopi. Bukan karena yang satu masih kecil dan yang satunya lagi masih bayi. Tetapi karema memang kopi tidak baik bagi kesehatan. Atau mungkin memang saya dan keluarga saya saja yang tidak pernah bergadang semalam suntuk, jadi tidak menyukai kopi?
Ternyata tidak!
Kalaupun saya atau salah satu dari keluarga saya harus bergadang, kami lebih untuk tidak memilih kopi sebagai menambah semangat dan energi agar tidak mengantuk.
Orang tua saya selalu mengajarkan untuk hidup sehat. Karena sehat itu adalah mahal harganya ketika kita jatuh sakit. Hidup sehat bisa membuat kita berumur lebih panjang, ketimbang orang yang mengkonsumsi makanan tidak sehat. Ini sudah terbukti loh!
Sedari kecil, saya dijauhkan dari makanan ataupun tindakan yang tidak sehat bagi tubuh. Asisten rumah tangga ibu selalu diingatkan untuk menggunakan minyak goreng rendah kalori, juga untuk menggunakannya sekali-dua, setelah itu harus dibuang untuk menghindari kalori yang menumpuk. Obat-obatan dari penyakit kecil hingga penyakit yang agak besar tersedia dikotak obat. Kesehatan gigi selalu terjaga. Check up rutin selalu dilakukan. Semua itu dilakukan agar ke depannya kami sekeluarga mendapatkan manfaat yaitu tubuh sehat terhindar dari penyakit.
Karena hal itulah, terkadang ketika ada teman atau tamu yang datang kerumah, selalu kami suguhkan teh atau air putih saja.
Pernah suatu waktu, ketika ada teman kami yang datang berkunjung kerumah, biasanya memang karena kode etik, kami selalu bertanya, ‘mau minum apa?’, ketika si tamu meminta kopi, yang ada saya dan suami saling pandang dan tersenyum-senyum sendiri. Mengingat memang tidak ada kopi dirumah. Lalu kami menawarkan minuman lain untuk diasjikan. Beruntungnya, hingga saat ini, teman-teman yang datang ke rumah sudah mengetahui kalau dirumah tidak ada kopi, jadi mereka tidak meminta kopi sebagai suguhan minuman.
Ah, saya jadi teringat kembali kejadian yang lucu dulu sewaktu saya baru mempunyai satu orang anak. Ketika itu, saya harus pindah rumah. Barang-barang sudah di pack dari kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi bahkan dapur.
Ketika saya ingin mempacking barang-barang dapur, secara tidak sengaja dibagian paling pojok kabinet atas tempat menyimpang teh, susu, gula dan teman-temannya, saya menemukan sebuah ‘harta karun’ yang tidak biasa.
‘Harta karun’ itu berada dalam sebuah toples kecil dan bermerk sebuah perusahaan kopi instant terkemuka di dunia. Saya perhatikan ada yang aneh dengan penampakan dari kopi tersebut. Dan memang ternyata kopi itu telah berjamur dan berubah aromanya. Mungkin karena sudah terlalu lama disimpan didalam kabinet dan tidak pernah dipergunakan, makanya jadi berjamur.
Lucunya, sekarang saya memiliki asisten rumah tangga yang hobi sekali mengkonsumsi kopi. Sekarang, kopi tersedia didapur hanya untuk dikonsumsi oleh asisten saya itu. Padahal saya sudah ceramahi panjang lebar loh soal ‘khasiat’ kopi ini, tapi apa mau dikata, memang sudah hobi, tidak bisa dihentikan langsung begitu saja.
Jadi, ketika saya menawarkan tamu untuk datang kerumah, maka biasanya saya akan bilang, ‘Kerumah yuk, kita ngeteh!’
—————————
Postingan ini dibuat dalam rangka Lomba cerita Foto Blogfam 2009 yang diadakan oleh Blogfam.com.

